Laman

Jumat, 08 Agustus 2014

Antara RS PMI Bogor, RS Salak, dan RS Holistik

Buat sahabat yang tinggal di Bogor, nama Rumah Sakit PMI sudah tidak asing. Rumah sakit yang didirikan pada tahun 1931 ini adalah salah satu RS terbesar di kota Bogor (sumber: http://yaminindas.com/?p=62).

Nah, saya punya cerita tentang RS ini. Well, bukan cuma tentang RS PMI sih, tapi juga tentang RS Salak dan RS Holistik di Purwakarta.

RS PMI Bogor
Di awal saya sakit demam dan tensi tinggi hingga 190/110 pada tahun 2008, semua anggota keluarga menginginkan agar saya segera dirawat di RS PMI. Tapi, yang paling menolak adalah ibu saya sendiri.

Kenapa?

Karena beliau masih trauma. Ibu saya masih teringat tahun 1999 yang lalu kakak saya, Farida Septi juga pernah dirawat seminggu lebih di rumah sakit ini. Pada akhirnya, kakak saya wafat di usia 17 tahun. Usia yang sangat belia. Oleh sebab itulah, ibu saya tidak pernah mau lagi menginjakkan kaki di rumahsakit itu.
RS Salak

Maka, jadilah saya dirujuk ke Rumah Sakit Salak.

Selama seminggu saya dirawat di rumah sakit salak. Setiap hari sampel darah saya diambil, entah untuk apa. Kadang sehari bisa dua kali. Tapi, hingga di hari terakhir saya dirawat, masih juga belum ada informasi apa sebetulnya penyakit yang saya derita. Heran.

RS Holistik Purwakarta
Akhirnya, karena tidak ada perubahan atau hasil diagnosa yang pasti, ibu saya meminta kepindahan ke rumah sakit holistik di purwakarta.
Ibu saya memutuskan seperti itu karena mendapat info dari salah satu rekannya tentang kecanggihan metode pengobatan di rumahsakit itu yang menggabungkan medis dengan tata cara pengobatan herbal-alami.

Benar saja. Begitu tiba di rumahsakit itu, saya serasa tidak memasuki rumahsakit, tapi lebih mirip masuk ke sebuah hotel dengan front office yang dilengkapi cahaya temaram dan aroma therapi.

Fasilitas RS Holistik
Rumah sakit yang sangat berbeda dengan fasilitas aula olahraga (mirip yoga, mungkin?) hingga kolam renang! Aneh tapi nyata, buat saya.
Metode pengobatannya pun menggabungkan antara obat-obatan medis dengan tindakan tradisional seperti pijat, akupuntur badan, akupuntur telapak tangan, hingga muhasabah/introspeksi diri>

Unik. Metode pengobatan yang tidak hanya menyembuhkan raga, tapi jiwa. Karena, seperti yang saya alami sendiri, vonis gagal ginjal yang saya terima memang telah meluluhlantakkan harapan dan cita-cita saya sebagai pemuda.

Oh iya, di RS inilah saya dan keluarga mendapat kepastian tentang penyakit saya: Gagal Ginjal. Dan itu artinya, saya harus menjalani cuci darah. Di RS ini pula saya menjalani cuci darah pertama dan kedua saya.

Hanya 2 minggu saya berada di RS holistik, karena biayanya sangat mahal.

Keluarga saya keberatan dengan biayanya yang sangat mahal. Bapak saya meyakinkan ibu, untuk memindahkan saya ke RS PMI Bogor saja karena bisa melayani pasien cuci darah dengan Askes/Jamkesda/Jamkesmas.

Akhirnya, dengan berat hati, ibu mengiyakan. Kembalilah saya ke Bogor, ke RS PMI Bogor. Dan, apa yang dipikirkan ibu tentang kualitas RS PMI Bogor buyar setelah beliau melihat begitu banyak kemajuan dan perbaikan yang terjadi di RS ini.

"Lebih baik dibanding dulu ketika ngerawat Teh Ida," kata ibu saya.

Apa itu Hemodialisis???

Sahabatku, saya ingin bercerita tentang apa yang saya tahu tentang Hemodialisa atau Hemodialisis.

Sebetulnya, Hemodialisis itu apa sih??

Bagi saya, Hemodialisis adalah tindakan medis yang membantu tubuh kita membersihkan dari racun-racun dalam darah yang berasal dari konsumsi makanan dan minuman yang kita lakukan. Kurang lebih, fungsi hemodialisa seperti menggantikan sementara fungsi ginjal yang sudah rusak/terganggu.

Itulah kenapa dinamakan Cuci Darah.

Hemodialisis dilakukan terhadap pasien-pasien yang fungsi ginjalnya terganggu (seperti saya) atau bahkan sudah tidak berfungsi.

Saya pribadi, menjalani proses cuci darah 2 kali seminggu di RS PMI Bogor. Sudah hampir 6 tahun saya menjalani cuci darah (tentang vonis ini, sahabat bisa baca tulisan saya sebelumnya: Vonis 2008).

Vonis 2008

2007
Saya termasuk orang yang senang menulis dan menceritakan kepada banyak orang tentang apa yang saya pikirkan, tentang apa yang saya rasakan. Tapi terkadang saya kehabisan ide dan kata-kata untuk mengungkapkannya.

Meskipun begitu, saya ingin tetap berusaha mengisahkan pengalaman-pengalaman hidup saya, bukan dengan maksud untuk dijadikan pedoman hidup sahabat semua, tapi lebih kepada hikmah dan pelajaran yang mesti diambil (ketika itu sebuah kebaikan) dan dihindari (ketika itu sebuah keburukan).

Saya akan mulai bercerita bahwa saya adalah salah satu pasien hemodialisa di negeri ini. Tindakan medis ini lebih dikenal dengan istilah "cuci darah". Hingga sekarang, saya sudah menjalani proses cuci darah selama hampir 6 tahun.


2012
Ketika kuliah dulu sekitar tahun 2004/2005, saya pernah mengalami tekanan darah tinggi. Saya pikir, itu hanya gejala darah tinggi biasa yang bisa diobati dengan cara biasa. Sehingga saya hanya berobat ke klinik dekat rumah dan diberikanlah obat penurun tensi. That's all.

Tapi ternyata, tanpa saya sadari, mungkin tubuh saya waktu itu sudah memberikan "peringatan dini" akan kondisi tubuh yang tidak seimbang.

Dari sejak kelas 3 SD tubuh saya terbilang "gempal" (kalo gak mau disebut gemuk, hehehe). Mungkin, kategori obesitas itulah yang memicu tekanan darah tinggi pada saya. Yang jelas, saya tidak menyadarinya.

Lalu, terjadilah pada November 2008 (tepat setahun setelah saya lulus kuliah) saya langsung dihinggapi demam tinggi dan perasaan tubuh yang terasa panas.

2014
Selama seminggu di rumah saya selalu berguling-guling di lantai lalu balik lagi ke kasur lalu ke lantai lagi. Semata-mata karena sesak dan panas dalam tubuh yang saya rasakan.

Singkat cerita, setelah berkali-kali ke klinik yang kemudian dirujuk ke beberapa rumah sakit, akhirnya saya mendapat vonis Chronic Renal Failure alias Gagal Ginjal.

Bisa sahabat bayangkan, di usia 23 tahun saya divonis gagal ginjal? Sebuah penyakit yang sangat asing dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bisa sahabat bayangkan, betapa ambruk dan hancur perasaan, kepercayaan diri, cita-cita dan harapan yang saya punya?

Well, saya akan membuat rincian-rincian cerita dalam tulisan-tulisan yang lain. Sebab, kalo diceritakan semua di sini, bisa panjang x lebar ceritanya. Keep reading ya!