Laman

Jumat, 23 November 2018

Jangan Menyerah Bro!

Sobat kreatif semua,
Senang ya bisa menulis apa-apa yang menjadi buah pikiran saya.

Melalui kegiatan blogging ini, banyak hal yang saya bisa ungkapkan. Tentang apa yang saya alami, apa yang saya rasakan, apa yang saya pikirkan, dll.

Sepekan kemarin saya dan nyonya sibuk banget dikejar deadline terjemahan.

Jadi gini ceritanya. Kita tuh kan freelancer di sebuah lembaga riset marketing. Tapi kita tuh bagian terjemah dan transkrip.

Tugas kita sebelumnya adalah meng-convert file audio berbahasa Indonesia menjadi teks berbahasa inggris. Ini mudah. Satu file saya kerjakan dalam waktu 24 jam lah. Kemampuan nyonya juga kurang lebih sama.

Nah, minggu kemarin itu ada tugas jenis baru: membuat transkrip bahasa indonesia dari sebuah video berbahasa indonesia. Ini lebih sulit. Sebab banyak kata yang gak jelas terekam dengan baik. Dan tambah pula durasinya lama bingiiit...

Tapi yang paling bikin keberatan adalah harus semua kata yang diucapkan di dalam video itu, dicatat. Syeeekkhh.....!!! Maknyusz pegel banget! Banget banget banget..

Durasi video 2 jam, dalam kondisi kegiatan workshop diskusi kelompok.. Cadaaasz! Definitely hard to write them down!

1 video bsa diselesaikan sekitar 2 hari. Nah ini ada 4 video broh! Ditambah pula, karena miskom, ada tambahan kerjaan file baru terjemahan. Nambah-nambah deh!

Cuappeeee benerrrr...
Teparr...!

Sambil ngemil-ngemil brownies keringya tokomissita.com, kita terus berjuang bertekad menyelesaikannya, meskipun dari deadline kita molor beberapa hari.

Bala bantuanpun didatangkan. ada yang angkat tangan, ada yang ikut menuntaskan. Mantaaab! Salut deh!

Beres semua kerjaan terjemahan, eh, dari sono dateng lagi kerjaan. Dengan sigap saya bilang ke nyonya, "Stop dulu! Jangan terima dulu. Jeda beberapa hari ke depan untuk istirahat.."

Kini, kita sudah mulai pulih dan semua berjalan normal lagi.

Tensi Masih Enggan Normal

Yuk ah sobat. Mari nikmati hari-hari bersama tensi rendah. HD kemaren aja sy sempet distop dulu HDnya karena sang tensi hanya 90/70.

Alhasil distoplah ama suster Asna. Saya istirahat sejenak, minum teh manis.

Setengah jam kemudian, saya cek tensi lagi hanya naik jadi 110/70. Waduh, susah juga naikin tensinya.

Tensi tinggi ga nyaman banget. Tensi rendah juga ya ga enak juga.

Ngemut-ngemut gula aah...

Minggu, 28 Oktober 2018

100/70

Sobat, udah 2 pekan terakhir ini tensi saya Cuma di kisaran 100/70. Kurang lebih. Tak jauh dari itu.

Kenapa ya?

Padahal, saya pasien hemodialisa dari hipertensi. Tensi saya yang ‘normal’ ada di kisaran 140/100 biasanya. Paling bagus, tok di 130/100, tapi jarang banget.

Nah, dua pekan belakangan tensi saya selalu rendah.

Saya kuatir cimino kedua saya ilang euy. Sebelunya, cimino yang pertama jugga ilang gara-gara tensi saya terus-terusan rendah.

Jadi pertanyaan ini. Kenapa ya?
Sambil menulis ini juga saya sambil muhasabah. Mengevaluasi diri. Kira-kira, ada salahnya di mana. Tapi sampe sekarang belum ketemu juga..

Hadeuh..